Monitoring dan Advokasi Implementasi Matching Grant (MG) pada 4 Koperasi Petani Program ICARE Kalbar
SAMBAS - Dalam rangka pendampingan dan pengawasan dalam meningkatkan nilai tambah rantai nilai produk pertanian, khususnya pada komoditas padi dan jeruk, Kamis (12/2) dilaksanakan Monitoring dan Advokasi Implementasi Matching Grant (MG) untuk proyek ICARE tahun 2026. Tim Monev dihadiri oleh Biro KBMN, Direktorat Pangan dan Pertanian-Kementerian PPN/Bappenas, Katimker Monev PHLN-Biro Kerja Sama Pertanian, Direktorat Jenderal Anggaran-Kementerian Keuangan, Perencana-Sekretariat Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Tenaga Ahli ICARE (Strategi dan Desain Hibah), dan PMU ICARE Pusat. Turut hadir Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, dan Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, PPL, Site Manajer, Fasilitator Lapangan, serta Pengurus dan Anggota di masing-masing koperasi.
Di Provinsi Kalimantan Barat, agenda monitoring dijadwalkan berlangsung pada 11-14 Februari 2026. Fokus utama kunjungan ini adalah mendampingi 4 (empat) korporasi petani strategis, yaitu:
1. Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera, Desa Sungai Kelambu
2. Koperasi Tebas Mekar Bersatu, Desa Tebas Sungai
3. Koperasi Segarau Bangun Tani, Desa Segarau Parit
4. Koperasi Tebas Gemilang Jaya, Desa Mensere
Kegiatan dipimpin oleh Tim PMU pusat dengan tujuan untuk memverifikasi realisasi hibah 2025, meninjau pembukuan, serta memotret perkembangan bisnis sebagai dasar penyusunan proposal 2026-2027.
Tim melakukan peninjauan intensif pada 3 (tiga) koperasi berbasis padi:
- Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera: Meninjau perbenihan varietas Inpari 49 (estimasi 3 ton/ha) dan unit usaha UPJA dan saprodi guna memastikan bantuan mendukung rencana agribisnis koperasi.
- Koperasi Tebas Mekar Bersatu: Memantau operasional Combine Harvester DC-70 yang mampu beroperasi rata-rata 3,6 ton/ha gabah dengan upah panen Rp700/kg. Tim juga memeriksa tata kelola keuangan pada unit toko saprodi untuk menjamin transparansi arus modal.
- Koperasi Tebas Gemilang Jaya: Meninjau optimalisasi hibah pada unit Toko Saprodi dan Rice Milling Unit (RMU) untuk penguatan rantai pasok.
Selain padi, tim juga melakukan evaluasi mendalam di Koperasi Segarau Bangun Tani dengan pengembangan komoditas jeruk. Monev difokuskan pada unit usaha toko saprotan serta pemasaran jeruk yang kini menggunakan mesin grader otomatis. Teknologi ini mempermudah sortir kualitas buah untuk mengejar standar supermarket dan pasar ekspor ke Malaysia. Koperasi juga berharap dapat didukung untuk masuk dalam program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mengolah jeruk grade bawah menjadi produk turunan bernilai ekonomi.
Dengan adanya monitoring dan advokasi ini, diharapkan 4 koperasi penerima hibah tersebut dapat semakin akuntabel dalam tata kelola keuangan dan semakin kuat dalam pengembangan bisnis korporasi petani ke depan.